Bung Karno Menggugat
Judul : Bung Karno Menggugat! – Dari Marhaen, CIA, Pembantaian Massal ’65 – G30S
Pengarang : Marah RusliDr. Baskara T. Wardaya, SJ
Penerbit : Balai PustakaGalangpress Group
Tahun Terbit : 2006
Jumlah Halaman : 316 Halaman

Karya “Bung Karno Menggugat!” bukanlah buku sejarah dalam pengertian konvensional. Ia tidak sekadar menyusun peristiwa secara kronologis dan netral, melainkan hadir sebagai sebuah provokasi intelektual — sebuah ajakan untuk menggugat cara kita memahami sejarah Indonesia. Dr. Baskara T. Wardaya, SJ, tidak menempatkan diri sebagai pencerita masa lalu, tetapi sebagai mitra dialog yang mengajak pembaca berpikir kritis, bahkan meragukan narasi sejarah yang selama ini diterima begitu saja.
Salah satu kekuatan utama buku ini terletak pada sudut pandangnya yang humanis sekaligus politis. Bung Karno tidak ditampilkan sebagai sosok mitologis yang sekadar dipuja, melainkan sebagai manusia dan pemikir yang hidup di tengah pusaran kekuasaan, konflik ideologi, serta kepentingan global. Dengan pendekatan ini, Bung Karno terasa lebih dekat dan relevan — bukan hanya sebagai tokoh sejarah, tetapi sebagai figur yang bergulat dengan persoalan yang masih kita hadapi hari ini: ketidakadilan, manipulasi kekuasaan, dan keberanian moral untuk bersuara.
Buku ini juga memberi dampak transformatif terhadap cara pembaca memandang sejarah. Sejarah tidak lagi tampil sebagai kisah hitam-putih antara benar dan salah, melainkan sebagai ruang abu-abu yang dipenuhi korban, kepentingan, dan tragedi kemanusiaan. Pembahasan tentang peristiwa 1965, misalnya, mengajak pembaca melihat tragedi tersebut bukan semata sebagai konflik ideologi, tetapi sebagai luka kemanusiaan yang mendalam. Alhasil, pembaca tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga terdorong untuk merenung, mempertanyakan, dan berempati.
Keberanian penulis dalam menyentuh isu-isu sensitif — termasuk campur tangan kekuatan asing — menjadi nilai tambah yang signifikan. Buku ini menegaskan bahwa sejarah Indonesia tidak berdiri sendiri, melainkan terhubung erat dengan dinamika politik global. Perspektif ini membuka kesadaran bahwa nasib bangsa kerap ditentukan oleh jaringan kekuasaan internasional, bukan semata oleh aktor domestik.
Namun, pendekatan kritis inilah yang sekaligus menjadi tantangan. Buku ini tidak ramah bagi pembaca yang mengharapkan penjelasan sederhana dan jawaban final. Penulis lebih sering mengajukan pertanyaan daripada memberikan kesimpulan tegas, sehingga pembaca yang belum memiliki dasar pengetahuan sejarah yang memadai dapat merasa kebingungan atau kelelahan secara intelektual.
Selain itu, fokus buku ini lebih tertuju pada makna, refleksi, dan kritik, bukan pada detail kronologi peristiwa. Pembaca yang mencari paparan runtut tentang pengadilan kolonial atau dinamika politik tertentu mungkin merasa pembahasannya terlalu singkat atau kurang memuaskan. Dengan demikian, buku ini lebih tepat dibaca sebagai refleksi sejarah, bukan sebagai buku rujukan faktual yang komprehensif.
Secara keseluruhan, “Bung Karno Menggugat!” adalah buku yang penting sekaligus menantang. Ia berani mengguncang kenyamanan intelektual pembaca dan mematahkan kebiasaan berpikir pasif terhadap sejarah. Namun, buku ini juga menuntut kedewasaan berpikir serta kesiapan mental untuk menerima bahwa sejarah tidak selalu menyediakan jawaban yang pasti dan mudah.
Buku ini layak dibaca bukan karena memberikan jawaban yang tuntas, melainkan karena mengajarkan cara bertanya. Dalam konteks pendidikan dan pembentukan kesadaran kritis, keberanian untuk bertanya dan meragukan sering kali jauh lebih berharga daripada sekadar menghafal fakta.
Penulis: Celline Aurelia Susanto, Siswa Kelas X.5 SMA Santa Maria Surabaya
Recent Comments
Kampus Ursulin Surabaya
Jalan Raya Darmo 49 Surabaya – Jawa Timur









